|
Sabtu, 09 Agustus 2008 |
|
MEDAN -TRIBUNSUMATERA.COM. IM, 33, yang mengaku missionaris utusan salah satu rumah ibadah terbesar di Balige diamankan Sat Intelkam Poltabes Medan dari kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Jln. Sutomo Medan, Jumat (8/8). IM hingga tadi malam masih menjalani pemeriksaan. Sementara Kapoltabes ketika dikonfirmasi tidak mengangkat hand phonenya. Begitu juga Kasat Intel AKP Donal Simanjuntak. Secara terpisah, Humas Gerakan Umat Islam Sumut, Aidil Mubarak, kepada wartawan mengatakan, kejadiannya berawal Juli 2008, IM datang ke Masjid Nurul Islam di Jln Karya Medan. Di masjid tersebut ia bertemu dengan Ustadz Mukhlis selaku sekretaris FPI Sumut. |
|
Selengkapnya...
|
|
Rabu, 06 Agustus 2008 |
www.tribunsumatera.com Menteri agama RI Maftuh Basyuni mengatakan, umat Muslim harus meningkatkan kualitas keimanan. Pasalnya dewasa ini ada sejumlah muslim yang setelah belajar di negara tertentu. Mereka kemudian memberikan pendapat yang menyimpang dari kesepakatan para ulama, namun seolah-olah rasional. “Perlawanan harus dilakukan dengan serius,” kata Maftuh, di Kendari, Selasa (5/8). |
|
Selengkapnya...
|
|
Rabu, 06 Agustus 2008 |
Banda Aceh ( WWW.tribunsumatera.com) Beberapa saat usai musibah tsunami, ratusan LSM asing bertebaran di Aceh. Sebagian bahkan ada yang berkedok kemanusiaan, meski misinya adalah melakukan penyebaran injil. Kementerian Kesejahteraan Rakyat pernah mencatat, ada sekitar 150 LSM asing yang ikut berpartisipasi dalam fase rekonstruksi Aceh. Itupun yang tercatat resmi dalam MoU. Tahun 2006, sebagaimana dikutip Antara, Sedikitnya ada 12 lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diduga melakukan misi pemurtadan dan upaya pendangkalan aqidah terhadap puluhan anak bawah umur di daerah berjuluk Serambi Mekah itu. |
|
Selengkapnya...
|
|
Minggu, 03 Agustus 2008 |
Oleh ; Prof.Dr.KH. Achmad Satori Ismail (Guru Besar UIN Jakarta,direktur pondok Pesantren Terpadu Iqro' Pondok Gede, Pembina Pesantren Bani Abdillah Ciwandan Cilegon,Pembina Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat,Pembina Pesantren Daarul furqon Cirebon) Sebelum bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, umat Islam telah berjuang melawan penjajah Belanda dengan berbagai cara. Mulai dari perlawanan fisik sampai perlawanan non fisik. Pada awal abad 20 umat Islam memulai perjuangannya secara terpadu lewat organisasi massa, maka lahirlah, umpamanya : Syarikat Dagang Islam, Muhammadiyah, NU, PUI, Perti, PSII, Persis dan sebagainya. Tujuan utama organisasi massa ini adalah mengikat umat Islam dalam suatu wadah guna menentang penjajahan Belanda. Namun karena organisasi massa ini memiliki ciri khusus masing-masing, tidak jarang terjadi gesekan-gesekan perselisihan antar organisasi massa tersebut, khususnya di bidang furu’iyyah. Kita sering menyaksikan silang pendapat antara pengikut Muhammadiyah dengan NU, Muhammadiyah dengan Persis, Persis dengan NU dan seterusnya. Silang pendapat ini sering memuncak sampai kepada perang dingin dan bahkan permusuhan fisik. |
|
Selengkapnya...
|
|
Minggu, 03 Agustus 2008 |
"Ahmad Syafii Maarif menerima award ini karena komitmen dan kesungguhannya membimbing umat Islam untuk menyakini dan menerima toleransi dan pluralisme sebagai basis untuk keadilan dan harmoni di Indonesia bahkan di dunia," jelas Carmencita T. Abella, Presiden RMAF. Penghargaan Magsaysay Award 2008 itu diberikan kepada Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif oleh The Board of Trustees of the Ramon Magsaysay Foundation (RMAF) di Jakarta, Kamis kemarin. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 8 dari 76 |