portal berita online wilayah sumatera - indonesia

Saturday
Mar 13th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home arrow Agama arrow Islam Today arrow Hipertensi, Kloter 4 Medan, 12 Calhaj " Rentan " Penyakit
Hipertensi, Kloter 4 Medan, 12 Calhaj " Rentan " Penyakit PDF Cetak E-mail
Tuesday, 27 October 2009

MEDAN- tribunsumatera.com
Sebanyak 12 calon jamaah haji (calhaj) asal Padang Lawas (Palas) yang tergabung dalam kloter 4, terpaksa diboyong dengan mobil ambulans ke Bandara Polonia Medan, karena mengalami hipertensi.

Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Sumut, Syariful Mahya Bandar mengatakan, 12 orang calhaj tersebut masih tetap bisa berangkat ke Tanah Suci Mekkah karena masih mampu berjalan, namun berisiko tinggi terkena penyakit. “Mereka menderita penyakit hipertensi,” ujarnya saat mengantar calhaj kloter 4 di Bandara Polonia, Senin (26/10).

Dikatakannya, begitu 12 calhaj tersebut sampai di Tanah Suci langsung diawasi tim kesehatan panitia haji. “Bila tidak mampu berjalan kalau hipertensinya kambuh akan ditangani tim medis. Bila tidak sanggup berjalan, akan disediakan kursi roda atau angkutan bus,” ujar Syariful.  
Sementara itu, dua jemaah calon haji (calhaj) dari kloter 4 lainnya gagal berangkat, karena mengalami gangguan kesehatan. Kedua calhaj itu Intan Hasibuan binti Sutan Silindung (66) dan Paras Zulkarnain Hasibuan bin Raja Lela Hasdibuan (66)
Menurut informasi yang diperoleh dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, calhaj Intan Hasibuan binti Sutan Silindung mengalami gangguan kesehatan sebelum masuk asrama. Sedangkan Paras Zulkarnain Hasibuan bin Raja Lela Hasibuan mengalami gangguan kesehatan setelah masuk ke Asrama Haji Medan.

Kloter 4 berjumlah 448 orang ditambah dua orang tim PPIH dan tiga orang paramedis. Dari 448 calhaj seorang di antaranya seorang pria termuda atas nama Iskandar Abdul Gani Daulay bin Torkis Daulay 19 tahun dengan nomor urut 068 asal Tapanuli Selatan. Wanita termuda, Irma Diani binti H Mara Hadi Hasibuan 25 tahun dengan nomor urut 008.

Jamaah diantar langsung oleh Bupati Padang Lawas (Palas), Basyrah Lubis didampingi Wakil Bupati, Tongku Sutan Oloan Harahap yang melepas langsung di Bandara Polonia Medan hingga take off sekitar pukul 17.30 WIB menuju Madinah.
Menurut Basyrah Lubis, jamaah calhaj tahun 2009 mengalami peningkatan 60 persen dari tahun sebelumnya. Melalui pemerintah daerah Palas, pihaknya akan mengajukan kuota haji pada tahun 2010. “Kabupaten Palas merupakan lumbung calhaj, dan tahun ini merupakan tahun yang kedua pemberangkatan jamaah asal Palas,” paparnya.

Pemondokan Bermasalah
Masih saja ada problem pemondokan jamaah haji di Makkah. Menurut pengecekan, dari 407 rumah yang disewa, 41 belum memenuhi persyaratan. Misalnya, tidak memiliki tangga darurat dan pemadam kebakaran. Di samping itu, ada rumah yang dihuni penyewa lama.
Rumah-rumah pondokan tersebut terletak di wilayah ring I sebanyak 115 rumah dengan kapasitas 52.499 orang. Sedangkan di ring II terdapat 292 rumah dengan kapasitas 143.603 orang. Wilayah ring I berjarak maksimal dua kilometer. Sedangkan wilayah ring II berjarak 2-7 klometer dari Masjidilharam.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengecek semua rumah tersebut. Ternyata, masih ditemukan 41 yang belum memenuhi persyaratan. “Tetapi, kita menyediakan cadangan satu persen dari seluruh kapasitas dan siap digunakan,” kata Wakil Kepala Daerah Kerja (Wakadaker) Makkah bidang pemondokan Shihabuddin Latief .

Rumah-rumah yang belum memenuhi persyaratan tersebut harus dipotong huniannya 30 persen. Totalnya berkapasitas 6. 000 kepala. Sedangkan rumah yang dicadangkan berkapasitas 19.000 orang.

Sedangkan rumah-rumah yang masih disewa penghuni lama akan diselesaikan dalam waktu dua hari ini. Shihabuddin tak tahu persis kapasitas rumah yang masih dihuni pihak lain tersebut. Namun, berdasar laporan yang diterimanya, jumlahnya tidak banyak. “Dalam dua hari ini semua penghuninya harus keluar,” tambahnya di Kantor Daker Makkah kemarin.

Sampai sekarang, rumah-rumah yang sudah kosong siap dihuni jamaah haji. Untuk jamaah haji yang akan masuk Makkah paling awal, 1 November, akan ditempatkan di sektor 6. Rumah-rumah itu berada di ring II.

Kelak mereka yang menghuni ring II dengan harga sewa di bawah harga 2.500 real per kepala akan mendapat pengembalian uang sewa. Namun yang menempati rumah seharga 2.500 atau lebih, tidak mendapat pengembalian. Rumah di ring II yang tidak mendapat pengembalian, misalnya di wilayah Mahbas Jin. Sedangkan yang dapat pengembalian misalnya di Aziziyah, Zahir, dan Nushah. “Kami belum tahu berapa pengembaliannya,” ujar Syihabuddin.

Jamaah haji yang berada di ring II juga mendapat fasilitas transportasi. Sesuai koordinasi terakhir, transportasi itu disediakan Muassasah Asia Tenggara. Bus-bus akan melayani jamaah haji secara komuter dari pemondokan ke Masjidilharam secara terus-menerus. Meski demikian, masih ada problem, yaitu rumah yang tidak berada di samping jalan raya. Bus hanya melalui rute jalan raya.
Ada rumah yang masuk sampai 300 meter dari jalan raya. Kondisi seperti itu akan diatasi dengan mobil-mobil kecil. Namun, sampai kemarin masih dibicarakan soal teknis dan penyediaannya.

Masalah transportasi masih menjadi perhatian serius PPIH. Tahun lalu ada jamaah haji yang mengamuk. Dia memecahi kaca dan komputer kantor. Jamaah marah karena kesulitan angkutan ke Masjidilharam.

Menurut Syihabuddin, meski ada permasalahan, secara umum perumahan sudah siap menerima jamaah. Bahkan, lebih baik dibanding tahun lalu. Tahun ini, misalnya, semua rumah dipasangi peta untuk memudahkan jamaah haji. Rumah-rumah juga telah dipasangi tulisan dan stiker pemondokan jamaah haji Indonesia.

Di setiap rumah juga disediakan kartu kontrol kebersihan dan air. Kartu kontrol itu harus diisi petugas setiap pagi dan sore. Bila airnya tidak cukup, misalnya, harus disediakan saat itu juga. Bila penguasa pondokan tidak sanggup menyediakannya, panitia akan membelikan air saat itu juga.
(BS/jpnn/smp/calhaj/armed/pol/pal/red/tribunsumatera.com)
 
Selanjutnya >