portal berita online wilayah sumatera - indonesia

Friday
Mar 12th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home arrow Headline
Alamak Jang, Pingin Kaya, Mencuri Langsung Ke Bui PDF Cetak E-mail
Wednesday, 25 November 2009
Medan - tribunsumatera.com
Terdesak ekonomi, seorang janda menyuruh anaknya mengambil uang dan perhiasan majikannya. Tak tanggung-tanggung, hasil "arahannya" mencapai Rp1 miliar. Itulah yang diperintahkan Suryati (44) warga kompleks Asabri Air Hitam Gebang Langkat  terhadap M Aswin (20) anak bungsunya, Senin (16/11).
 
Namun sial, selang delapan hari pelarian mereka tim khusus Poltabes Medan menangkap kedua tersangka yang merupakan ibu dan anak di kawasan Subussalam Senin (23/11) pukul 04.00 WIB.

Menurut pengakuan tersangka Suryati (44) dirinya menyuruh anaknya yang telah tiga tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman seorang pengusaha Eka Multi Jaya (44) di Jalan Ramos Kompleks Griya Riatur Medan.

Karena tingkah laku Aswin yang baik dan dipercaya, akhirnya pihak keluarga menjadikannya anak angkat. Karena sudah dijadikan anak angkat oleh keluarga itu, terkadang Aswin nama akrab anak remaja itu juga selalu disuruh majikannya mengambil dan meletakkan uang serta barang berharga di dalam brankas yang ada di dalam lemari kamar majikan itu.


Janda 5 tahun pisah dengan suaminya ini hidup dengan uang gajian anaknya Aswin sebesar Rp1 juta. Karena tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, ibu beranak dua ini menyuruh Aswin untuk mengambil uang dan barang perhiasan milik majikan tempat anaknya bekerja. "aku  bosan dengan kondisi susah seperti ini," katanya pelan.


Dikatakannya, selama ini dirinya tinggal bersama dengan saudaranya. Anak bungsu perempuannya kini tinggal bersama dengan mantan suaminya. Karena segan menumpang dengan salah seorang keluarganya, Suryati ingin memiliki rumah sendiri dan punya ladang untuk bertanam, namun dirinya tidak memiliki uang oleh sebab itu dirinya menyuruh anaknya untuk mencuri uang dan perhiasan milik majikan anaknya bekerja. "Aku  kepingin memiliki rumah sendiri dan memiliki tanah untuk berladang," ucap wanita berkulit hitam manis ini.


Dirinya menyesal karena telah menyuruh anak bungsunya untuk mencuri ini pun mengusapkan air mata sambil tertunduk menahan kesedihan. Aswin merupakan tulang punggung baginya. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak, ketika dirinya cerai dengan suaminya beberapa tahun lalu, anak yang tinggal dengannya inipun harus terpaksa meninggalkan pendidikannya dengan hanya tamatan SMP saja. "Aku  sedih melihat anakku itu, yang tidak bisa lagi sekolah," akunya sedih.


Kepala Tim Khusus Poltabes Medan AKP M Yoris Marzuki didampingi anggota timnya AKP Faidir Chaniago dan Ipda Alexander di Gedung Jahtanras Poltabes Medan mengatakan, penangkapan kedua tersangka merupakan hasil kerja keras tim khusus yang terus memburu kedua tersangka yang selalu berpindah tempat dan menggunakan uang hasil pencurian itu untuk kebutuhan mereka selama pelarian.


Dalam penangkapan itu, kedua tersangka berada di salah satu rumah milik keluarga. Sat itu Suryati didapati sedang tertidur. Selain kedua tersangka petugas berhasil membawa barang bukti berupa emas, yang terdiri dari berbagai bentuk seperti kalung, cincin, gelang, kerabu, cincin emas putih bermata berlian yang nilainya diperkirakan mencapai lima ratus juta lebih. Termasuk uang dolar Amerika, dolar Singapura, dolar Hongkong, dan uang ringgit Malaysia. Tidak itu saja, satu buah HP Blackberry serta dua buah HP Nokia diboyong ke Mapoltabes Medan. "Ini  kedua tersangka masih dalam proses penyidikan dan pengembangan," ungkap Yoris yang juga menjabat sebagai Kapolsek Delitua itu.
(bs/hgo/pol/mdn/krim/per/cm/red/tribunsumatera.com)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >