portal berita online wilayah sumatera - indonesia

Thursday
Mar 11th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home arrow Agama arrow Islam Today arrow Boikot Isreal Marak di Italia
Boikot Isreal Marak di Italia PDF Cetak E-mail
Tuesday, 21 April 2009
Image
Boikot produk-produk Israel gencar dilakukan oleh masyarakat internasional yang menentang penjajahan Israel terhadap rakyat Palestina. Di Indonesia yang sebagian besar penduduknya Muslim, semangat untuk memboikot produk Israel gaungnya sudah semakin lemah.
Bagaimana dengan boikot yang dilakukan oleh masyarakat Italia? Palestinian Grassroots Anti-Apartheid Wall Campaign Jum'at (16/4) lalu menuliskan laporan seputar aktivitas boikot produk Israel di Italia.

Kegiatan tahunan Global BDS Day of Action yang pertama, bertepatan dengan Land Day yang jatuh pada tanggal 30 Maret, berlangsung sukses di Italia. Beberapa kampanye dan inisiatif diluncurkan, dan serangkaian aktivitas untuk meningkatkan kepedullian berlangsung di seluruh penjuru negeri.

Aktivitas itu menjadi mobilisasi terbesar yang pernah dilakukan di Italia hingga saat ini, yang juga menjadi pertanda keberhasilan bagi aktivitas BDS (Boycott, Divestment, Sanction) di negara itu.

FIOM sebuah persekutuan dagang, yang merupakan bagian dari CIJL --satu dari tiga besar konfederasi persekutuan dagang di Italia, mengumumkan dukungannya terhadap aktivitas BDS. Dengan demikian FIOM menjadi persekutuan dagang pertama di Italia, yang mendukung gerakan BDS secara terbuka.

Aktivis dari beberapa kota berbeda juga bergabung untuk menyerukan dihentikannya hubungan militer Israel-Italia, terlebih setelah peristiwa pembunuhan massal di Gaza beberapa waktu lalu.

Di Milan, sekelompok aktivis menggunakan hari aksi tersebut untuk mengumumkan keikutsertaan mereka dalam gerakan BDS sedunia. Sebagai inisitif, kelompok yang menamakan dirinya Boicotta Israel, melakukan kegiatan kampanye lokal menentang perusahaan multinasional Alstom.

Alstom bersama Veolia terlibat dalam Yahudisasi kota Yerusalem, dengan aktivitas perusahaan mereka yang membangun jalur rel menghubungkan kota Yerusalem dengan pemukiman-pemukiman Yahudi di sekitarnya.

Selama beberapa hari di kota Milan juga dilakukan aktivitas kampenye lain, seperti membagikan selebaran dan memasang bendera Palestina serta spanduk yang mengutuk agresi Zionis Israel di depan toko-toko dan supermarket, menguasai beberapa sudut jalan kota untuk melakukan protes, dan menempelkan stiker boikot pada produk-produk Israel.

Sekelompok aktivis juga memprotes rencana kerjasama "kota kembar" antara Milan dan Tel-Aviv dan menuntut diakhirinya kegiatan mengundang personil militer penjajah Israel ke kota mereka untuk memberikan pelatihan kepada polisi setempat. Beberapa aktivis juga berbicara di Dewan Kota tentang pentingnya BDS dan maraknya aktivitas seputar tanggal 30 Maret itu.

Sementara itu di kota Palermo, Komite Solidaritas untuk Perlawanan Irak dan Palestina melakukan aksi duduk di depan gedung Teatro Massimo. Dalam aksi duduk yang berlangsung selama lima jam itu, juga dilakukan pembagian selebaran dan pameran foto yang menampilkan kekejaman penjajah Israel di Gaza dan Libanon.

Setelah 30 menit aksi duduk itu berlangsung, polisi datang dan berusaha untuk membubarkan kerumunan. Namun, para aktivis itu menolak untuk membubarkan diri dan kemudian melakukan aksi diam serta melanjutkan kegiatannya hingga malam hari.

Kampanye BDS lainnya dilakukan di kota Torino. Para demonstran bergabung melakukan protes menentang diberikannya dana bantuan kepada LSM bernama Friends of the Peres Centre for Peace, sebuah organisasi yang "cenderung memberikan maaf" terhadap kejahatan yang dilakukan oleh Israel.” Demonstrasi berlangsung selama beberapa hari dengan kegiatan antara lain, menggalang kepedulian yang dilakukan di banyak supermarket dan mal di kota itu.[pgawc/di/hdtc/tribunsumatera]
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >