portal berita online wilayah sumatera - indonesia

Friday
Mar 12th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home arrow Indonesia Today arrow Sumatera arrow Alamak Gawat, Sudah 8 Warga Medan Suspect Flu Babi
Alamak Gawat, Sudah 8 Warga Medan Suspect Flu Babi PDF Cetak E-mail
Thursday, 02 July 2009

Image

Medan-tribunsumatera.com
Rumah Sakit Umum Adam Malik, Medan merawat satu keluarga suspect flu babi (swine flu). Kelima pasien itu adalah EC (36), VC (20) CK (14), WKC (9) dan CV (17) masuk ke rumah sakit, tadi siang. Kelimanya menjalani perawatan intensif di ruang khusus flu babi yang sudah kita persiapkan.  Mereka masih suspect," ujar Kepala Bagian Hukum dan Humas RSU Adam Malik Medan, Atma Wijaya di Medan, Rabu 1 Juli 2009.

Diduga mereka tertular karena berada dalam satu pesawat dengan penderita flu babi. Mereka diduga kuat tertular dalam pesawat dari Thailand menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Sesampainya di Malaysia, Kementerian Kesehatan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur Malaysia melakukan pemeriksaan terhadap pendatang dari luar negeri, termasuk mereka.

Mereka tiba di Medan, Selasa 30 Juni pagi, dengan membawa surat keterangan dari Dinas Kesehatan Malaysia yang menerangkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap kelimanya.

Setelah mengalami gejala dengan peningkatan suhu tubuh mereka berlima lantas mendatangi RSU Adam Malik Medan. Kini mereka dirawat di empat ruangan khusus. Pasien tidak bersedia memberi keterangan kepada wartawan.

Pemerintah Malaysia hari ini, Rabu 1 Juli 2009 mengkonfirmasi 38 kasus flu babi baru, termasuk beberapa warga Indonesia.

Seperti dikutip laman kantor berita Malaysia, Bernama, Rabu, 1 Juli 2009, Menteri Kesehatan Malaysia, Liow Tiong Lai mengatakan dari 38 kasus baru, 30 diantaranya adalah warga Malaysia. Lima orang diketahui sebagai warga negara Indonesia, tiga Swedia, satu Palestina, dan satu warga Argentina.

Kasus di Medan menambah lagi jumlah kasus flu burung di Indonesia. Sebelumnya hanya tercatat delapan kasus positif Influenza A H1N1 berjumlah 8 orang di Indonesia.  Mereka terdiri dari 4 orang warga negara Indonesia, 3 orang warga negara Australia dan 1 orang warga negara Inggris yang berdomisili di Australia. Kesemuanya tertular dari Australia dan Singapura, jadi merupakan kasus impor.
(bs/vn/mdn/rsuham/red/tribunsumatera.com)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >