| SBY : Hentikan Fitnah !! |
|
|
|
| Sunday, 28 June 2009 | |
![]() CIREBON - Serbuan fitnah dan black campaign yang datang bertubi-tubi membuat pasangan SBY-Boediono semakin serah. Capres incumbent dari Partai Demokrat itu bahkan meminta pelakunya berhenti melakukan fitnah dan cara berkampanye seperti itu. "SBY diserang, Boediono diserang oleh fakta yang tidak ada. Kita prihatin. Saya mohon kepada Tuhan untuk memberikan hidayah kepada orang-orang seperti itu supaya berhenti melakukan fitnah, melakukan black campaign, menyebarkan kabar bohong, meracuni ahlak dan etika dan kehidupan politik," kata SBY dalam kampanye di GOR Bima, Cirebon, hari ini. Ia mengharapkan para pendukungnya untuk tidak mengikuti cara-cara seperti itu karena berdosa pada Tuhan, demokrasi dan rakyat. "Tidak mulia mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara. Namun sampaikan kepada rakyat itu tidak benar, itu bohong. Menyerang melecehkan mendiskreditkan SBY, menyebar kabar bohong, agama diputarbalikkan," katanya. Kepada sekitar 2.500 orang yang memenuhi gedung itu, ia meminta untuk tetap berjuang dengan langkah politik yang lurus politik, bersih, cerdas dan santun. Ia juga menyatakan bahwa para pejabat pemerintah baik di pusat dan daerah tidak boleh memaksa rakyatnya untuk memilih satu satu pasangan capres-cawapres. "Kalau masih ada pejabat yang memaksa, menakut-nakuti rakyat siapapun dia, gubernur, bupati, wali kota dia melanggar undang-undang, melanggar peraturan," katanya. SBY meminta kepada masyarakat agar melaporkan kepada pihak yang berwajib jika menemui paksaan-paksaan seperti itu. "Beritahu SBY, karena mereka tidak bisa memaksa. Saya pun tidak bisa memaksa. Siapapun itu bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai demokrasi," katanya. SBY hadir bersama istrinya yakni Ani Yudhoyono, putra bungsunya yakni Edhie Baskoro dan sejumlah pimpinan parpol koalisi seperti Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan Sekjen PAN Zulkifli Hasan. Usai berkampanye di Cirebon, SBY melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus menuju Semarang. (dat05/inl/tribunsumatera) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
