banner 728x250
Berita  

Dugaan Keracunan MBG di Berastagi, BGN Hentikan Operasional Dapur dan Evaluasi Kepala SPPG

banner 120x600
banner 468x60

BERASTAGI – Dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Sejumlah siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Perguruan Bersama dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi pada Kamis (13/8/2026).

banner 325x300

Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN). Lembaga tersebut menyatakan akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa.

Langkah evaluasi tidak berhenti pada pemeriksaan terhadap makanan yang didistribusikan. BGN juga mengambil tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG kepada para siswa.

Operasional dapur SPPG terkait dihentikan sementara sebagai bagian dari proses pemeriksaan. Kepala SPPG juga dicopot dari jabatannya menyusul insiden tersebut.

Investigasi untuk Mengungkap Penyebab

BGN akan menelusuri seluruh rangkaian proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan, kebersihan dapur, bahan baku, hingga proses distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Pemeriksaan tersebut penting dilakukan agar penyebab dugaan keracunan dapat diketahui berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan, bukan hanya berdasarkan dugaan awal.

Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Insiden di Berastagi menjadi pengingat bahwa kualitas makanan, kebersihan dapur, serta penerapan prosedur operasional harus mendapat pengawasan ketat.

Ratusan Siswa Dilaporkan Terdampak

Sejumlah laporan media menyebutkan jumlah siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG mencapai ratusan orang. Salah satu laporan menyebut angka 279 siswa dari tiga sekolah mengalami gejala dan mendapatkan penanganan medis.

Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi pihak terkait.

Pemerintah diharapkan memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan sekaligus memastikan makanan MBG yang kembali didistribusikan telah memenuhi standar keamanan pangan.

BGN juga dituntut menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di daerah lain.

Program MBG merupakan program yang menyasar anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya. Karena itu, aspek keamanan dan kualitas makanan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pelaksanaannya. (CS)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *