Ada Apa Dengan Seluma ? Raih Prestasi OTT Terbanyak ” Minim Kasus Korupsi “

oleh -390 views

Tribun Sumatera.com – Bengkulu ” Marak nya OTT ( oprasi tangkap Tangan ) yang terjadi di salah satu kabupaten Seluma provinsi Bengkulu ini sangat di sayang kan , sebab merusak citra para insan pers maupun lembaga(perkumpulan sekarang) Yang memang berjuang untuk mewujudkan suatu penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel , bersih, dan menjujung hukum di Republik Indonesia ini

Seperti yang terjadi hari ini di mana operasi tangkap tangan kembali terjadi di kabupaten Seluma di kutip di isi salah satu media Onlen di bawah ini :

Selain BI, petugas berserta barang bukti uang tunai dalam amplop senilai Rp5 juta. “Berdasarkan laporan dari kepala sekolah. Yang bersangkutan meresahkan karena mengancam akan melapor untuk sekolah yang memiliki dana BOS

Menurutnya, OTT dilakukan berdasarkan laporan dari kepala sekolah. Dimana, mereka merasa resah atas ulah oknum tersebut larena mengancam akan melapor ke penegak hukum jika tidak memberikan uang kepadanya. “Berdasarkan laporan itu kami lakukan pengintaian dan melakukan OTT. Hasilnya kami mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp5 juta,” jelas Kasat.

Melihat beberapa kali kronologis OTT di kabupaten Seluma ini salah satu perkumpulan Sekber Media online Bengkulu Yon Maryono angkat bicara ” dari beberap kali OTT yang kita amati di kabupaten Seluma ini sangat lah tidak relevan , Sebab menurut saya yang namanya OTT itu di lakukan penangkapan saat transaksi berlangsung atau masih di lokasi transaksi , kalau ini selalu pelaku nya sudah jauh dan jam kejadian transaksi sudah berselang cukup lama ” ujar Yon Maryono

Di Tamba kan Yon Maryono ” selain itu tidak seharusnya terjadi OTT ini ! Kenapa saya katakan demikian ? Karena kalau korban merasa tidak ada kesalahan dalam pelaksanaan kegiata apapun kenapa harus takut dan memberikan uang ke pelaku Biarkan saja lembaga atau media mau melaksanakan fungsi kontrol dan pengawasan nya , jadi penilaian saya Kita menduga korban pura – pura takut atau memang ada kesalahan atau memang sudah di rencanakan OTT ini ” tegas Yon Maryono

” Memang sepengetahuan saya Seluma ini sangat kurang pengawasan , salah satu contoh nya di sekolah Dana Bos tidak ada bergeming satu pun seharusnya APH Seluma ( cuma ada kasus di Kejati saja dana bos ) melidik kegiatan Bos ini kenapa saya katakan demikian , Sebab dana Bos di tahun 2020 – 2021 sangat lah Rentan penyimpangan karena di salah satu item pengeluaran Bos ini .di mana dana ekstra kurikuler ratusan juta, pemeliharaan sekolah ratusan juta,dan ATK juga ratusan juta , padahal pada tahun 2020 sampai pertengahan 2021 sekolah 80 % tidak aktip dalam kegiatan belajar maupun ektra kurikuler ,

Di desa-desa terkait dana desa di duga juga banyak penyimpangan tetapi menurut informasi cuma kurang lebih satu  kasus desa yang naik ke tahap tersangka , padahal sangat lah banyak dugaan penyimpangan yaitu : Salah satu nya pengadaan bibit sawit dan nangka Belanda di mana menurut informasi telah di proses   ?

Pembangun fisik banyak yang masih di pihak ketiga kan dan Mayoritas kades memonopoli seluruh anggaran desa

Di dana covit19 di duga banyak nya Mark Up dan SPJ fiktif hal ini kita ketahui saat beberap kali keliling desa di kabupaten Seluma

Untuk itu marilah instansi terkait baik APH berjalan sesui tupoksi nya sebab di tahun 2021 Sangat minim kasus korupsinya di kabuten Seluma ini , jangan menimbulkan imeg yang tidak baik di masyarakat .

Dan saya harap kejadian yang sering terjadi di kabupaten Seluma manjadi pembelajaran kita semua , saya berpendapat demikian karena saya juga putra kabupaten Seluma , semoga dengan ini menjadikan Seluma lebih baik ” tutup Yon Maryono.(opini)Diky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.