Di Duga Dalih Pembangunan Masjid ” Pihak Sekolah Tarik Dana Dari Ratusan Siswa “

oleh -1,260 views

Tribun Sumatera.com – Bengkulu Selatan – Di mana kita bersama ketahui perekonomian kacau akibat masa Pandemi covit19 yang melanda Negeri ini , tapi tidak berlaku di dunia pendidikan di salah satu sekolah menengah kejuruan di Bengkulu Selatan,

Diketahui, pihak SMKN 1 Bengkulu Selatan meminta sumbangan wajib kepada seluruh para murid sebesar Rp 165 ribu dengan dalih untuk pembangunan dan perehapan masjid dan mengatas namakan komite

Dari pantauan awak media di lapangan dan lansung bertanya dengan beberapa siswa ” betul pak kami di wajib kan membayar uang sebesar Rp 165.000 untuk pembangunan masjid ” ujar siswa yang enggan di sebut nama nya di karenakan takut mendapatkan sanksi dari sekolah,

Komfirmasi dengan kepala sekolah ,ketua komite,ketua panitia pembangunan masjid SMK 1 beberapa waktu lalu ” membenar kan bahwa memang ada iuran ini ” tutup mereka

Di tempat terpisah tim sekber Julian Ao Angkat Bicara “ kalau benar kejadian ini maka ini sudah katagori Pungli (Pungutan liar) karena sudah melanggar

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 44 TAHUN 2012

TENTANG PUNGUTAN DAN SUMBANGAN BIAYA PENDIDIKAN PADA SATUAN PENDIDIKAN DASAR

Ayat 1

Pungutan adalah penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang dan/atau barang/jasa pada satuan pendidikan dasar yang berasal dari peserta didik atau orangtua/wali secara langsung yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan oleh satuan pendidikan dasar.

Ayat 2

Sumbangan adalah penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang dan/atau barang/jasa yang diberikan oleh peserta didik, orangtua/wali, perseorangan atau lembaga lainnya kepada satuan pendidikan dasar yang bersifat sukarela, tidak memaksa, tidak mengikat, dan tidak ditentukan oleh satuan pendidikan dasar baik jumlah maupun jangka waktu ” tegas Julian Ao,

” Jadi kami dalam waktu dekat akan menyurati resmi pihak sekolah dan jangan sekali-kali melakukan pungutan mengatas nama kan tempat ibadah ” tutup Julian Ao

Upaya konfirmasi dengan pihak terkait terus di upayakan.(Sonny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.