Di Duga Saling Klaim Kebenaran Swab Antigen “RS Umum Tais VS RS Gading Medika Bengkulu “

oleh -1,877 views

Tribun Sumatera.com. Seluma – Munculnya pernyataan yang mengungkapkan bahwa rumah sakit sengaja mendiagnosis pasien dengan penyakit Covid-19 harus disertai bukti yang kuat. Tanpa adanya bukti, hal itu sebatas menjadi tudingan yang memunculkan diskursus yang tidak sehat di masyarakat.

Akibatnya, muncul persepsi keliru seolah-olah rumah sakit sengaja melakukan praktik kecurangan terhadap pasien. Jika itu dibiarkan, dampaknya dapat timbul misinformasi dan disinformasi yang merugikan pelayanan rumah sakit dalam penanganan pandemi Covid-19.

Namun sebaliknya, jika memang terbukti ada rumah sakit nakal yang sengaja mendiagnosis pasien meninggal dalam keadaan negatif Covid-19, sebagai pasien positif Covid-19, juga harus ditindak dengan tegas.

Seperti yang terjadi di rumah sakit umum Tais Seluma di mana pada tanggal 25-06-2021 pasien yang hendak melahirkan di rumah sakit umum Tais atas nama Hilda Pisadebes N dari kelurahan talang saling Seluma kota , di saat pemeriksaan swab antigen oleh perawat atas nama Meri Novitasari dan penanggung jawab hasil tes dr.syafriani Tarigan menyatakan pasien atas nama Hilda positif covit19 sesui surat rekom yang di keluarkan dan di berikan ke keluarga pasien jelas pasien ke awak media ,

Kepada awak media Suami pasien bapak Doni Gotman SH merasa tidak puas Mendengar ponis rumah sakit umum Tais yang mengatakan istri nya yang mau melahirkan ini positif covit19 oleh pihak rumah sakit Tais, lansung membawa istrinya ke rumah sakit Gading Medika Di Bengkulu dan hasil sweb antigen nya negatif covit19 ” saya memang curiga masa istri saya mau melahirkan di diagnosa covit19,untuk itu saya bawa ke rumah sakit Gading Medika dan hasil swab antigen nya negatif covit19,padahal cuma berjarak waktu dua jam dari hasil pemeriksaan rumah sakit umum Tais ” tegas Doni Gotman SH ke awak media

Lebih lanjut suami korban Doni ini bersama awak media mendatangi derektur rumah sakit Tais Wiwin herweni meminta kejelasan persoalan ini ” kami tetap berpegang pada hasil tes kami ,kalau hasil tes rumah sakit lain terserah ” tegas Wiwin dengan nada sinis,

Di tempat terpisah ketua Sekber media yon Maryono mengatakan ” kalau benar kejadian dan pernyataan keluarga pasien di atas maka kita akan kordinasi dan menyurati Komite medik Bengkulu supaya ini jangan terulang lagi,ini harus jelas hasil pemeriksaan tes sweb anti gen yang mana yang benar ,sebab tidak mungkin semua benar pasti ada yang keliru ,apalagi pasien Hilda ini lancar dan sehat dalam proses melahirkan ” ujar Yon

Lebih lanjut Yon Maryono mengatakan ” dalam waktu dekat kita akan menyurati Dinas Kesehata Seluma ,komite medik,Bupati dan DPRD Seluma serta pihak Tipiter polres Seluma , meminta kejelasan ini supaya jangan ada klaim saya yang benar, sehingga kedepannya jangan seenak nya saja keluaga pasien yang di rugikan ” tutup Yon ketua umum sekber media.(Diky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.