Diduga Pekerjaan Rabat Beton Desa Gunung Terang Terindikasi Korupsi , Inspektorat Dan APH Di Minta Fungsikan Kewajibannya

oleh -227 views

Tribun Sumatera.Com – Kaur, Diduga kuat pekerjaan pembangunan jalan rabat beton Desa Gunung Terang, Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur, bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2022 Mark-Up, minggu (07/08/2022).

Dugaan Mark-Up itu terlihat jelas saat media ini melakukan investigasi langsung ke lokasi kegiatan, dimana berdasarkan analisa kasat mata atas volume pekerjaan mulai dari panjangnya yaitu 140 M, lebar 1,5 M dan ketebalan diperkirakan 15 CM, dengan pagu anggaran yang ada yaitu Rp.180.000.000 juta.

Jika dihitung dalam permeternya maka harga jalan rabat beton tersebut lebih dari Rp.1.000.000., per-meternya, belum lagi bahan material untuk campuran kontruksi beton tersebut memakai sirtu bukan koral bersih, hal itu dapat dilihat dari sisa pemakaian material pada lokasi pembangunan.

Selain itu Pemdes Gunung Terang juga terkesan mengabaikan tentang keterbukaan informasi publik atas pengelolahan anggaran Dana Desanya, hal itu terbukti dengan tidak di pasangnya papan merek pada lokasi pembangunan.

Menurut salah satu masyarakat setempat yang namanya tidak mau ditulis, menuturkan bahwa dirinya merasa sangat bersyukur dengan adanya bangunan jalan rabat beton ini,” saya cukup bersyukur dengan adanya pembangunan ini akses tansportasi semakin lancar apalagi hampir setiap hari saya beraktivitas melalui jalan ini,” ucapnya.

Saat ditanya terkait papan merek dan jenis meterial yang dipakai dalam pembangunan tersebut, ia mengakaui jika papan merek kegiatan memang tidak terlihat selama kegiatan berlangsung, sedangkan material bahan campuran pengecoran itu mengunakan pasir dan batu (sirtu).

Kepala Desa Gunung Terang Adi Maryanto, saat dikonfirmasi awak media tepat dikediamanya pada hari Rabu 10/08/2022, mengatakan bahwa pembangunan jalan rabat beton tersebut merupakan kegiatan ketahanan pangan dan hewani program Dana Desa Gunung Terang tahun 2022 dengan dana lebih kurang sebesar Rp. 180.000.000.,

Penetapan pembangun ini dilakukan berdasarkan hasil musyawarah masyarakat, untuk volume pekerjaan Kades Gunung Terang mengatakan, panjang jalan 140 M, lebar jalan 1.50 M, tebal jalan 15 CM, dan 1 unit plat deker.

Saat ditanya seputar pemakaian bahan matrial yang dipakai dalam pembangunan dan satuan harga permeternya, Kepala Desa Gunung Terang memilih bungkam tidak memberikan jawaban.

Bahkan untuk meyakinkan awak media jika pekerjaan tersebut tidak ada masalah, Adi Maryanto mengatakan bahwa hasil pekerjaan jalan rabat beton tersebut sudah diperiksa atau dicek oleh BPD dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dan dari hasil pemeriksaan jalan Rabat Beton tersebut sudah selesai, ungkapnya.

Ditempat terpisah Ketua Sekber Media Online Yon Maryono memberikan tanggapan dari keterangan Kades dan temuan di lapangan ”  kok BPD dan pendamping desa menjadi auditor hingga menjadi acuan kades baik atau tidak pekerjaannya , BPD itu mengawasi dan pendamping desa juga begitu jadi bukan penentu naikah atau tidak mutu pekerjaan , jadi tidak ada alasan pihak terkait seperti DPMD dan Dinas Inspektorat untuk tidak turun mengecek lansung demi pencegahan kebocoran keuangan Negara ”  tegas Yon Maryono.

” Dalam waktu dekat kita akan menyurati secara resmi DPMD Kaur dan Dinas Inspektorat Kaur atas fungsi audit yang menjadi acuan kades yaitu BPD dan pendamping desa ” tutup Yon Maryono.

Sejak berita ini dipublikasikan keterangan dari pihak terkait lain konfirmasinya terus diupayakan. (Okawa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.