Diduga Pemdes Dusun Tengah Langgar Perbup ” Camat , DPMD , Inspektorat Harus Tegas “

oleh -223 views

Tribun Sumatera.com – Bengkulu Selatan ” Tujuan berdirinya kantor kepala desa tidak lain adalah merupakan tempat pengaduan masyarakat, serta tempat pelayanan keperluan surat-menyurat yang dibutuhkan oleh warga itu sendiri.

Dalam konteksnya, kantor kepala desa merupakan tempat pengurusan dari masyarakat pada saat jam kerja sampai batas jam kerja selesai, yang telah ditentukan dari pemerintah daerah masing-masing. Namun lain halnya di Desa Dusun Tengah Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dari pantauan awak media pada kamis (19/5/2022) sekitar pukul 12.30 Wib, terlihat kantor kepala desa Dusun Tengah tutup dan terkunci, padahal masih jam kerja, serta terkesan tidak ada penghuninya.

Kondisi ini sangat jelas membuat masyarakat yang akan mengurus surat atau pengaduan tidak bisa dikerjakan, dikarenakan kantor kepala desanya tidak buka pada jam kerja.

Padahal dalam peraturan Bupati Bengkulu Selatan No 16 Tahun 2018 tentang pengaturan jam kerja efektif Senin sampai Kamis yaitu mulai jam 08.00 sampai 13.30 wib, nyatanya di desa Dusun tengah baru jam 12.30 wib sudah tutup.

Menurut salah satu Warga setempat yang tidak mau disebutkan namannya kepada media ini menuturkan ”  ia pun membenarkan pada hari kerja kantor kepala desa jarang sekali terbuka (sering tutup), seakan-akan perangkat desanya makan gaji buta. Akibatnya, banyak pelayanan untuk masyarakat yang sering terganggu ” ujat warga

“Ya, bagaimana pelayanan bisa maksimal kalau kantor kepala desa selalu tutup. Kami sebagai masyarakat sangat menyayangkan sekali terhadap kinerja pemdes ini,” ucap salah satu warga setempat.

Sementara Camat Seginim Mardalena saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon sangat menyayangkan apabila benar kantor desa tersebut sudah tutup padahal Masih jam kerja.

” Saya terus memperingatkan kepada seluruh Kepala Desa agar Kantor desa selalu efektif saat jam kerja yaitu untuk Senin sampai Kamis dimulai jam 8 pagi sampai 13.30 wib dan untuk hari jum at jam 8 hingga jam 11.30 wib sedangkan pada hari Sabtu jam efektif kerja dimulai pukul 8 hingga 12.30 wib,” ujar camat, Kamis (19/5/2022).

Dikatakannya, pihak kecamatan bakal memanggil pihak pemdes setempat, apabila ditemukan kesalahan akan ditegur secara lisan maupun tertulis serta bakal diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku

Senada yang di sampaikan inspektur Hamdan Sarbaini saat dikonfirmasi lewat whatsApp dengan tegas mengatakan ” Agar camat dan dinas PMD , segera melakukan pembinaan dan pengawasan , apabila terbukti melanggar aturan segera berikan Sanksi ” tegas Hamdan Sarbaini

Di tempat terpisah tim investigasi Sekber Media online Nopredi Herawan angkat bicara ” sebenarnya persoalan ini sudah berulang-ulang , sehingga pemdes tidak menganggap perbup ini berlaku dan ada ” ujar Nopredy herawan

Lebih lanjut Nopredy herawan mengatakan ” Jadi hemat saya tidak perlulah Bupati Bengkulu Selatan banyak – banyak membuat Perbup kalau nyatanya tidak ada gunanya dan ini Terbukti dengan banyaknya temuan di lapangan terkait persoalan jam kerja Pemdes di Bengkulu Selatan , apalagi sampai saat ini tidak ada satupun Sanksi yang di berikan bagi pemdes yang melanggar ” tutup Nopredy

” Untuk itu kita Minta camat , DPMD dan inspektorat harus Lebih tegas dan berani untuk memberi sanksi ke desa Dusun Tenga ini , jangan sampai ini dapat menimbulkan opini yang berkembang di masyarakat bahwasanya instansi terkait terkesan tutup mata ” tutup Nopredy herawan

Upaya konfirmasi dengan pihak terkait terus di upayakan.(BPA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.