Dugaan Penyimpangan Dana Covit19 RSUD Kaur Mulai Terkuak ” Bupati Di Minta Evaluasi Pejabat RSUD Kaur “

oleh -1,514 views

Tribun Sumatera.Com –  Kaur ” Pejabat RSUD Kaur terkesan menghindar dan acuh terhadap awak media, sikap tersebut ditunjukan dua pejabat tinggi di RSUD Kaur saat awak Media  ingin mengkonfirmasikan anggaran dana Covid-19 tahun 2020-2021 yang lalu di mana isu yang berkembang di duga penerapan dana tersebut banyak indikasi Mark Up baik jumblah maupun harga diantaranya realisasi dana pemakaman dan pembelian Peti Jenaza pasien Covid-19.

Tetapi Sungguh ironis memang, disaat Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur sedang gencar gencarnya mengumandangkan menuju Kaur era digitalisasi yang salah satu tujuanya untuk membangun keterbukaan infirmasi publik, dimana awak media maupun masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi program kerja pemerintah maupun kemajuan pembangunan daerah.

Namun niat baik Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur yang di nakhodai oleh Bupati H. Lismidinto S.H.,M.H., sebagai Bupati dan Herlian Muchrim S.T., sebagai Wakil Bupati, bertolak belakang dengan sikap dari dua pejabat RSUD Kaur tersebut, yang notabenenya merupakan bagian dari pelayanan masyarakat.

Hal ini di ketahui Saat Awak media ingin mengkonfirmasi  persoalan tersebut dengan Direktur RSUD Kaur Dr. Leppi Agung, mengarahkan kepada media ini untuk menayakan hal yang dimaksud ke Kabid Pelayanan Kesehatan, ” silakan ke Kabid Pelayanan Kesehatan “ucap Dr. Leppi Agung Wahyudi seraya melangkah berjalan menuju salah satu ruangan dilantai 2 RSUD Kaur.

Saat di temui di ruangannya  Kabid Palayanan Kesehatan melalui salah seorang stafnya mengatakan kalu Kabid Pelayanan Kesehatan lagi ada tamu, ” Ibu lagi ada tamu pak tunggu dulu”, tutur salah seorang Staf Pelayanan Kesehatan.

Setelah ditunggu kurang lebih 30 menit, Kabid Pelayanan Kesehatan langsung keluar dari ruang kerjanya dan dengan alasan sudah ditunggu Direktur, ” saya sudah ditunggu pak Direktur kalau mau nanya seputaran anggaran Covid-19 biar jelas taya ke Kasi Pelayanan Kesehatan saya saja dia yang bikin seluruh SPJ dana Covid-19 terkait untuk dana pemakaman itu hanya 13 orang terialisasi ” ujar Nilis berlalu dengan tergopoh-gopoh

Sementara Kasi Pelayanan Kesehatan yang dimaksud saat mau di konfirmasi sedang tidak ada ditempat sekira pukul 09.43 Wib ” ibunya belum masuk pak”, jelas salah satu Staf Pelayanan Kesehatan Kaur.

Sekira pukul 03.40 Wib, awak media kembali ke RSUD Kaur, dengan harapan agar dapat memperoleh informasi yang lebih jelas dan rinci soal realisasi anggaran Covid-19, namun lagi-lagi Kabid Pelayanan Kesehatan terkesan menghindar dengan pergi meniggalkan ruang kerjanya.

Sebagai tokoh masyarakat dan salah satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kaur, Okto Sakrin menyikapi hal tersebut berharap kepada Bupati Kabupaten Kaur H. Lismidianto S.H. M.H., untuk memantau kenerja ASN dilingkungan Pemda Kaur serta mengkaji ulang dalam penempatan khususnya pejabat di RSUD Kaur, jika memang demikian maka akan berdampak pada ketidak beresan pelayanan dirumah sakit itu sendiri untuk mewujudkan Kaur Berseri.(Okawa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.