Heboh ” Akibat Termakan Rayuan Gombal Kades Idanotae , Korban (AW ) Akhirnya Berbadan Dua.

oleh -198 views

Tribun Sumatera.com – Gunungsitoli – Baru baru ini kembali di hebohkan pemberitaan dunia maya, Oknum Kades Idanotae berinisial ODH diduga telah melakukan perbuatan asusila kepada inisial AW yang selama ini diketahui bekerja sebagai staf di Kantor Desa Idanotae, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli Sumatera Utara (15-08-2022)

Dengan mencuatnya khabar kehamilan AW tersebut di publik, orangtua korban bersama anaknya AW mendatangi rumah oknum Kades, ODH untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya tersebut namun sangat disayangkan, Kades Idanotae tidak ditemui.

Terkonfirmasi beberapa awak media saat mendatangi rumah korban bernisial AW, ia mengakui bahwa Kades berinisial ODH seakan lari dari tanggungjawab setelah menghamili staf kantor desanya. Kades ODH sering memaksa saya berhubungan badan dengannya dengan iming iming dia bertanggungjawab, ungkapnya AW kepada wartawan.

“Benar, saya telah datang dirumah kades bersama dengan orangtua saya untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatan Kades Idanotae tersebut terhadap saya, namun saat itu, Kades ODH tidak berada dirumah saat itu, dan malah pihak keluarganya menyuruh kami pulang, ” ungkapnya AW kepada Wartawan, Kamis, (11/08/2022).

Selanjutnya, AW menuturkan, perbuatan asusila yang dilakukan ODH tersebut sudah lama, sejak bulan Juni tahun 2020 dan perbuatan tersebut sudah sering terjadi setiap saat saya bersama kadesnya untuk mengurus surat-surat di kantor dinas yang berkaitan tentang urusan desa.

“Kata Kades, Kalau kamu mengasitau kepada orangtuamu, keluargamu akan terancam dan pekerjaanmu juga akan terancam, ” ucap AW menirukan perkataan Kades Idanotae kepadanya saat itu.

Kemudian, setelah viralnya berita ini di beberapa media, tiba – tiba muncul surat kaleng yang didalamnya tertulis bahwa AW telah hamil, dan diduga pelakunya Bapak tirinya Adi Mora alias Ama Gibran.

Berdasarkan surat kaleng tersebut beberapa awak media menghubungi keluarga korban dan orang tua AW. Adi Mora alias Ama Gibran membantah keras isu surat kaleng tersebut, isi surat kaleng itu tidak benar, semuanya itu hanya pengalihan isu agar Oknum Kades Idanotae ODH bebas dan lari dari tanggung jawabnya, tutur orang tua AW.

“Benar, ada surat kaleng yang beredar di jalan dan di rumah warga Desa Idanotae, tapi surat itu beredar setelah kami keluarga korban AW mendatangi rumah Kepala Desa Idanotae ODH, kami menduga surat kaleng itu sengaja di sebarkan untuk mengalihkan isu, agar ODH bisa bebas dari tututan Hukum dan tanggungjawab atas perbuatannya itu,” jelasnya Adi Mora kepada Wartawan.

Kemudian, setelah berita kehamilan AW tersebut viral dipemberitaan media online dan juga menjadi perbincangan publik Pemdes Idanotae, Kec. Gunungsitoli Idanoi melalui Sekretaris Desa Idanotae melakukan mediasi melalui musyawarah desa pada hari Jum’at, 12 Agustus 2022, namun sayang tidak ada titik temu antara kedua belah pihak.

“Kami sebagai orangtua korban meminta agar ODH bertanggungjawab atas perbuatannya kepada anak kami, dan apabila ODH tudak bertanggungjawab maka kami keluarga akan segera membuat laporan di pihak APH, untuk mencari keadilan, ” ungkap keluarga korban mengakhiri.

Kepala Desa Idanotae berinisial ODH saat dikonfirmasi melalui via seluler dan chat WhatsApp milik pribadinya, tidak menanggapi sampai berita ini di tayangkan.(SL/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.