Kapolsek Erik Fahreza Sosialisasi Hukum Di Kecamatan Kedurang

oleh -86 views

Poto Dokumentasi Sosialisasi

Polsek Kedurang

Tribun Sumatera.com – Bengkulu Selatan ” Polres Bengkulu Selatan melalui Kapolsek Kedurang IPDA Erik.Fahreza S.H gelar Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Di Desa Karang Caya Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan. Selasa, 28/02/2023.

Kegiatan sosialisasi per undang-undangan tersebut dilaksanakan pada ada hari Senin Tanggal 27 Februari 2023 sekitar pukul 09.00 WIB di Desa Karang Caya Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan oleh Bagian Hukum Pemkab. Bengkulu Selatan dengan tema pokok dalam sosialisasi tersebut adalah “Penyuluhan Hukum Dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Kabupaten Bengkulu Selatan”.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Kedurang Ipda Erik Fahreza, S.H.Kabag Hukum Pemkab Bengkulu Selatan Hendri, S.H,Kasi Datun Kejari Bengkulu Selatan Alvin dan dihadiri Staf Hukum Pemkab Bengkulu Selatan ,Kades Karang Caya Atman dan Staf, Ketua BPD dan Anggota, dan warga Masyarakat Desa Karang Caya.

Dalam penyampaiannya, Kapolsek Kedurang mengatakan “terkait knalpot Racing atau knalpot brong saat ini sudah dilakukan penindakan oleh Sat Lantas Polres Bengkulu Selatan. Untuk knalpot brong sudah di atur oleh Undang-undang Peraturan Lalu Lintas”,ungkapnya.

“Kemudian untuk permasalahan mengambil ikan dengan menggunakan strum di atur dalam sudah di atur dalam Pasal 84 Undang-undang Noomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Pelaku di ancam pidana maksimal 6 Tahun penjara dan denda maksimal 1,2 Milyar. Lalu tentang hewan ternak sudah di atur dalam Perda Pemkab Bengkulu Selatan Nomor 9 Tahun 2022. Namun apabila hewan ternak yang mengganggu dilahan warga di sakiti maka berubah menjadi Tindak Pidana dan pelaku yang menyakiti hewan tersebut dapat dipidana. Dan yang terakhir tentang permasalahan miras yang ada diwilayah Hukum Polsek Kedurang dan Kabupaten Bengkulu Selatan, untuk penjual bisa dikenakan sanksi hukum masuk ke ranah Tindak Pidana Ringan”,tambahnya.

Disisi lain,Kasi Datun Kejari Bengkulu Selatan Alvin menyampaikan tentang sadar hukum harus diawali dengan diri sendiri dan masyarakat harus mengetahui terkait masalah hukum.

“Hukum adalah sebagai pengikat ataupun pembatas dalam norma-norma kehidupan bermasyarakat. Untuk permasalahan kenakalan anak-anak berbeda penanganannya dengan orang dewasa.Yang dikatakan anak-anak dalam Hukum Pidana belum berumur 18 Tahun, dibawah 18 Tahun masih terbilang dimata hukum.Apabila pelaku tindak pidana anak-anak pihak Kejari Bengkulu Selatan dan anak tersebut baru pertama melakukan Tindak Pidana maka akan di arahkan ke Diversi”,ujarnya.

Jadi tujuan pelaksanaan Penyuluhan Hukum ini adalah untuk mewujudkan kesadaran dan kepatuhan hukum dan Peraturan Perundang-undangan bagi masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat menyadari dan menghayati Hak dan Kewajibannya sebagai warga negara dan dapat mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari. [Dzt]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.