Pengadilan Negeri Manna Diduga Arogansi Saat Bertugas , Mirip Debt Kolektor

oleh -1,193 views

Tribun Sumatera.com – MANNA – Lagi- lagi pihak Pengadilan Negri (PN). Kamis (24/02/2022), kembali melakukan penarikan satu unit mobil Toyota Etios atas nama Heryeni Nurul Maylani, warga Kelurahan Gunung Ayu, diduga memaksa mengadakan penekanan terhadap pemilik atas nama unit untuk menanda tanganai berkas penarikan dari PN Manna.

Pihak PN Manna sebelumnya sudah juga melakukan upaya penarikan unit atas nama Gita Heryani Puspitasari Kelurahan Gunung Mesir namun pihak yang di eksekusi tidak ingin meyerahkan unit disebabkan pihak PN tidak jelas dalam runutan admistrasi dan tidak menampilkan Fidusia kepada ter eksekusi.

Diketahui dalam bulan Februari tahun 2022, Pihak PN Manna sudah melakukan upaya eksekusi dua unit Mobil dan disini Pihak PN diduga sangat meresahkan karena dalam hal prosedur admistrasi penarikan diduga tidak jelas, seolah pihak PN menjadi debt kolektor pihak leasing.

” saya tidak tahu bahwa pihak PN ingin ke rumah untuk melakukan eksekusi sebab tidak adanya pemberitahuan kepada pihak kami, dan saat datang mereka lansung memberikan dua pilihan antara menyerahkan unit atau tidak, ya dengan hal itu jelas saya tidak mau karna sidang saja saya belum pernah dan disini saya masih sanggup membayar dengan adanya sidang nanti,” tegas Heryeni pemilik unit.

Dengan adanya prihal tersebut Ketua Sekber Media online Yon Maryono mengatakan, dirinya sangat menyayangkan atas tindakan pihak PN Manna, yang diduga seolah mengganti profesi dari Abdi Negara menjadi Abdi Debt Kolektor.

” lucu pihak PN kok diduga seperti deb kolektor padahal dia adalah penegak keadilan, kok disini sepertinya mereka diduga tidak mencerminkan Instansinya yang taat hukum dan admistrasi dengan prosedur yang semestinya harus dilakukan sebelum eksekusi,” ujar Yon Maryono

Dengan melihat kejadian ini kita pihak media akan melakukan aksi di PN Manna, karna hal ini diduga sudah meresahkan Konsumen.(Sony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.