Pengalangan Dana Untuk Pembuatan 1000 Buku Adat Merbayo Suku Pakpak

oleh -125 views

Tribun Sumatera.com – Pakpak Barat – Sejumlah Pemuda dan Lembaga budaya Melakukan aksi Penggalangan dana.

Sejumlah pemuda terlihat melakukan aksi penggalangan dana di sejumlah Pasar-pasar tradisional yang berada di kabupaten Pakpak Bharat Provinsi sumatera Utara dalam rangka menyukseskan pembuatan buku Upacara Adat Merbayo Pakpak, yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 2022 nanti.

Dalam kegiatan aksi penggalangan dana ini turut berpartisipasi dari sejumlah pemuda dari berbagai latar belakang, ada dari kalangan Mahasiswa, Pegiat Budaya dan organisasi dan pengurus sejumlah lembaga Budaya Pakpak yang beralamat di Kabupaten Pakpak Bharat dan dari luar Kabupaten Pakpak Bharat, Melisa Padang, M.Hum selaku Ketua Lembaga Pengkajian Kebudayaan Pakpak (LPKP),  Rispendi Padang Ketua Komunitas Pemuda Pakpak (KOMPAK), Dodi Irawan Bancin, M.Pd Ketua Media Online Indonesia untuk Pakpak Bharat (MOI), Roy Cibro selaku pengurus Pencak Silat Pakpak di Sibande, serta beberapa peserta anak didik pencak silat sibande juga terlibat dalam aksi ini.

Kegiatan yang akan mengundang seluruh Persinabul (Protokol pesta adat) pada bulan Maret nanti akan dilaksankan di Kota Salak Kab. Pakpak Bharat, sedangkan untuk lokasi dan tanggal kegiatan belum ditentukan sebab saat ini kita panitia masih fokus melakukan aksi penggalangan dana untuk biaya kebutuhan acara ini ujar Melboy selaku ketua Pantia kegiatan, Sebab dana yang dibutuhkan lumayan besar mencapai kurang lebih 35 – 45 juta katanya.

Besarnya biaya Anggaran dalam kebutuhan ini, dikarenakan pembuatan buku yang ditargetkan sampai 1000 eksemplar dengan tujuan agar semua masyarakat dapat memiliki buku pedoman Merbayo ini, tidak hanya Persinabul tetapi juga pemerintah desa dan pemerintah daerah serta masyarkat juga akan diberikan buku secara gratis dan cuma-cuma.

Rencana pembuatan buku ini berawal dari banyaknya masukan ataupun saran dari para orang dan masyarakat Pakpak si lima Suak secara luas dan masyarakat Pakpak Simsim secara Khusus yang sangat khawatir akan kehilangan budaya Pakpak yang dianggap sebagai jati diri, untuk mengantisipasi itu tentu perlu dilakukan sejumlah upaya yang terkonsep, terukur dan sistematis dari masyarkat dan juga tidak terlepas dari dukungan dan tugas pemerintah sebagaimana telah tertuang dalam UU No. 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan serta UU No. 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya.

Sebenarnya tidak hanya terkait upacara adat merbayo saja yang sangat urgent untuk dilakukan pengkajian dan perhatian, tetapi hampir di semua proses budaya Pakpak sangat membutuhkan pengkajian dan pembenahan sehingga akan kembali tertata kembali dengan baik sedemikian rupa. Sehingga untuk hal ini perlu dorongan pemerintah agar kedepan benar-benar dapat terobati rasa kekhawatiran ini, ujar Drs. Lister Berutu, M.S Dosen FISIP USU ini sekalaigus selaku Pengarah kegiatan dan penasehat lembaga budaya LPKP. Namun kita tidak perlu menunggu-nunggu Pemerintah yang tidak tahu kapan melakukan program budaya, jadi kalo pemerintah tidak melakukannya, apakah kita diam 1000 bahasa ? Tentu tidak.  maka dari itu mari kita lakukan apa yang bisa kita lakukan dan Semampu kita demi peradaban budaya kita Pakpak sebagai jati diri kita, ungkapnya saat diskusi bersama Panitia di Mess Pemkab. Pakpak Bharat menghadiri acara pembentukan panitia PPI Januari 2022 lalu.

Panitia juga merasa sangat terbantu dan semngat atas dukungan dari dukungan dari para orang tua lainnya yang siap mendukung acara ini, Datulam Padang dan Bayar Manik selaku penasehat Kegiatan dan Jon Banurea selaku Panitia Pengarah. Selain disibukkan dalam keterlibatannya sebagai mengkonsep kegiatan, juga dibebankan dengan materi yang telah rela berkontribusi secara suka rela demi eksistensi adat dan budaya Pakpak melalui adat merbayo. Ke depan setelah selesai dan sukses dilaksanakan acara merbayo ini, kita akan lanjutkan kepada kegiatan-kegiatan pembuatan buku pedoman lainnya Seperti buku upacara ncayur tua, baju adat Pakpak, buku Rumah adat Pakpak, bahasa Pakpak, dan lain sebaginya yang tentu juga sama urgent nya dengan pembuatan buku merbayo agar nantinya ada pedoman masyarkat ke depan.Didi ATJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.