Potret Miris Kabupaten BS..!! Pemakaman Jenazah Masih Menggunakan Rakit Bambu

oleh -53 views

poto dokumentasi warga Saat Membawa Jenazah Menggunakan Rakit Bambu 

Bengkulu Selatan – Tribun Sumatera.com – Sungguh memilukan, warga Desa Tanjung Aur II Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) membawa jenazah ke tempat pemakaman umum (TPU) menggunakan rakit.
Warga terpaksa menggunakan rakit ke TPU yang lokasinya di seberang sungai air pino. Dikarenakan jembatan gantung yang biasa digunakan sudah rusak berat.
Warga sudah tidak berani melewati jembatan tersebut karna sudah tidak memungkin kan untuk di lewati.

seorang pelayat yang ikut ke lokasi pemakaman warga Tanjung Aur II tersebut menjelaskan kronologis kejadian yang viral tersebut , bagaimana kejadian sehingga warga beramai-ramai membawa jenazah ke TPU yang ada di seberang sungai.

“Karena jembatan sudah rusak, terpaksa warga harus menyeberangi sungai ke TPU dengan menggunakan rakit,” terang Sulaiman.

Tampak, sebagian warga ada yang berada di depan menarik rakit dan ada juga yang berada di belakang untuk mendorong rakit, Juga ada yang berada di atas rakit untuk menjaga keranda mayat almarhum agar tidak terjatuh, menuju seberang sungai ke TPU.

Sulaiman mengaku, jika kejadian seperti itu bukan sekali ini saja, bahkan yang ia tahu sudah dua kali dengan hari ini warga membawa jenazah ke TPU menggunakan rakit.

” Sepengetahuan saya sudah dua kali dengan ini warga menggunakan rakit ke TPU untuk memakamkan kerabatnya yang meninggal karena kondisi jembatan yang rusak,” jelas Sulaiman.

Sementara itu  Anggota Sekber Media Online Meki Kendri sangat menyayangkan kondisi jembatan gantung Desa Tanjung Aur II, Pino Raya bengkulu selatan beliau menghimbau agar pemerintah kabupaten bengkulu selatan segera memperbaiki jembatan tersebut ” sangat di sayangkan kejadian ini, sangat lah miris , apalagi Bengkulu Selatan merupakan Kabupaten induk, seharusnya pemerintah mengutamakan pembangunan yang betul-betul skala prioritas, ini sangat memalukan masa jembatan dan jalan masih banyak rusak, tapi pemerintah lebih mengutamakan pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir orang sepeti pembangunan jalan Hotmix di sawah milik keluarga pejabat saja ” tegas Meki

Kepala Desa Yadi membenarkan, jika warganya harus menggunakan rakit untuk membawa jenazah ke TPU lantaran lokasi TPU berada di seberang sungai.
Ia mengaku, kondisi tersebut terpaksa dilakukan warga karena jembatan gantung sebagai akses ke TPU sudah rusak. (Rd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.